Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

Wali Kota Termuda di Dunia Terinspirasi Soekarno


JAKARTA, KOMPAS.com — Bashaer Othman menjadi satu-satunya wali kota termuda dunia. Di usianya yang masih 15 tahun, pelajar yang masih duduk di kelas I SMA Palestina ini sudah diberi jabatan publik sebagai Wali Kota Allar, Tulkarm, Tepi Barat, Palestina.

Bashaer diberi kesempatan memimpin Kota Allar selama dua bulan, di bawah bimbingan Sufian Shadid, Wali Kota Allar sebenarnya, setelah ia terpilih dalam program pemberdayaan kaum muda Pemerintah Palestina.

Tentu unik sebuah kota dipimpin oleh perempuan yang masih berusia di bawah 17 tahun. Terlebih lagi, Bashaer harus memikul sejumlah tanggung jawab berat mengatasi semua hal terkait Kota Allar, termasuk mengawasi karyawan dan menandatangani semua dokumen resmi, kecuali dokumen keuangan.

Bertempat di Kantor Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta, Rabu (12/9/2012) siang, Tribun mendapat kesempatan mewawancarai perempuan jelita ini dengan nuansa santai, meski dengan obrolan serius.

Basher menerima Tribun dengan senyuman manis. Sapaan menggunakan bahasa Arab makin menambah keakraban. Di sela-sela obrolan, Bashaer bahkan sempat bercanda bertanya-tanya tentang merk handphone yang Tribun pakai. Apa saja pengalaman Basheer menjadi wali kota termuda dunia? Berikut petikan wawancaranya:


Selamat siang, selamat datang di Indonesia. Bisakah Anda bercerita bagaimana menjadi wali kota di usia yang masih muda?
Selamat siang juga, senang bisa berada di Indonesia. Pada awalnya saya mengikuti program Pemerintah Palestina untuk pemberdayaan kaum muda. Saya lalu bersaing dengan ribuan anak muda yang mengikuti seleksi program tersebut. Wali kota seperti saya dipilih tidak melalui proses pemilihan umum yang dilakukan masyarakat, tetapi dipilih oleh wali kota sebenarnya berdasarkan kompetensi atau kemampuan dalam berbagai hal.

Apa pertimbangan terbesar yang membuat Anda dipilih?
Saya dinilai memiliki kemampuan individual, antara lain wawasan tentang kenegaraan, politik, sosial, dan ekonomi. Saya juga memiliki kemampuan kepemimpinan. Sebelum ini saya telah memimpin sebuah organisasi kepemudaan di sekolah. Saya juga punya visi dan misi yang jelas untuk kemajuan rakyat Palestina.

Anda sudah menjabat dua bulan, apa yang Anda lakukan selama periode itu?
Saya berusaha memecahkan berbagai masalah rakyat, salah satunya ketersediaan lapangan pekerjaan. Beberapa waktu lalu saya keliling ke beberapa negara luar. Sepulang dari sana saya mengajak para investor serta meyakinkan mereka agar mau berinvestasi di Palestina. Hasilnya lumayan, ada tiga proyek yang saya dapatkan, dan saya pikir itu akan membuka lapangan kerja baru.

Ceritakan masalah tersulit yang Anda hadapi selama jadi wali kota.
Melayani rakyat Palestina terutama dalam masalah hukum. Sebenarnya mereka sudah tahu hukum, tetapi biasanya mereka tidak puas jika tidak langsung bertanya kepada wali kota, jadi saya harus sabar melayani mereka. Kesulitan yang saya alami adalah bisa memuaskan seluruh rakyat, juga saat membuat rakyat menjalani ketentuan Dewan Kota. Beruntungnya, saya punya kemampuan komunikasi yang bagus sehingga bisa mudah menjawab pertanyaan dari mereka.

Palestina identik dengan daerah konflik, tidakkah Anda takut dengan keselamatan jiwa Anda?
Daerah Tepi Barat yang saya pimpin relatif aman, tidak ada kontak senjata di sana. Pertumbuhan ekonominya juga bagus, penghasilan rakyatnya di atas rata-rata. Jadi, saya tidak pernah merasa takut untuk memimpin. Ini semua untuk kemaslahatan umat.

Apa yang Anda pikirkan tentang konflik dengan Israel?
Saya datang ke sini tidak untuk membahas konflik dengan Israel, itu sudah ada bagiannya sendiri. Saya hanya ingin menjadi inspirasi generasi muda Palestina bahwa konflik bisa melahirkan pemimpin-pemimpin andal. Saya ingin pemuda Palestina punya sikap dan membangun peradaban mereka.

Apa perubahan yang Anda rasakan dalam diri Anda setelah menjadi wali kota?
Tentu ada yang berubah dari kepribadian saya. Sekarang, saya lebih memikirkan kepentingan umat.

Bisakah Anda ceritakan kehidupan keluarga Anda?
Saya lahir dalam keluarga yang hangat. Saya hidup dengan Ayah, Ibu, dan lima saudara. Saya anak keempat. Kami hidup dalam satu rumah dan kakak-kakak saya masih belajar di perguruan tinggi. Saat jadi wali kota, saya mendapat dukungan penuh dari keluarga. Mereka sangat mendukung karier politik yang sedang saya jalani. Kami hidup dalam keluarga yang harmonis dan bahagia.

Apa reaksi kawan-kawan setelah Anda jadi wali kota?
Mereka sangat apresiatif dan mendukung. Kami tetap berhubungan, bahkan mereka sering memberikan masukan dan berkomunikasi dengan saya melalui internet. Kami chatting setiap hari dan berdiskusi banyak hal untuk kemajuan Palestina.

Apakah Anda punya pacar?
Tidak, Islam tidak memperbolehkan hubungan laki-laki dan perempuan tanpa status pernikahan, apa pun bentuk hubungan itu. Generasi muda Islam pun tidak seharusnya memikirkan hal itu. Generasi muda Islam harus cerdas membangun peradaban dan kemajuan bangsanya. Terus terang saya tidak punya akun Facebook sebab kadang itu mengganggu aktivitas saya dalam berpikir. Namun, saya tetap mengikuti perkembangan global lewat internet.

Bagaimana Anda melihat masa depan pemuda Palestina?
Saya optimistis kami punya masa depan lebih bagus. Saat ini memang ada banyak pemuda Palestina yang berusaha keluar ke negara lain, misalnya ke Arab Saudi, Mesir, atau negara Timur Tengah lainnya untuk mencari pekerjaan dan mencari wilayah aman. Namun, mereka semua punya komitmen besar untuk tetap jadi warga negara Palestina. Artinya, mereka akan kembali lagi. Kami juga meyakini bahwa Palestina suatu saat akan merdeka dan berdaulat.

Di Indonesia sering ada demonstrasi dukungan terhadap Palestina yang biasanya memakaitagline "Save Palestina". Apa tanggapan Anda?
Saya sangat mengapresiasi perhatian Indonesia terhadap negara kami. Indonesia adalah saudara setia kami sejak tempo dulu. Saya pribadi sangat terinspirasi dengan Ahmad Soekarno (Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno). Sebab beliau adalah tokoh yang kali pertama bersuara bahwa Palestina adalah negara berdaulat tanpa peduli dengan negara lain yang tidak mengakui kami.

Apakah Indonesia terkenal di negara Anda?
Iya, terutama dengan tokoh Ahmad Soekarno. Kami memanggil Ahmad Soekarno sebab orang Palestina mengenalnya dengan nama itu. Indonesia juga negara Muslim terbesar di dunia. Dukungan dan suara dari Indonesia sangat memberi kami kepercayaan diri. Kami mendapatkan energi lebih ketika Indonesia bersuara lantang dan membela Palestina.

Apa pesan terakhir Anda untuk pemuda Indonesia?
Pemuda Indonesia harus terus maju ke depan. Maju Palestina! Maju Indonesia!


Selasa, 11 September 2012

Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat


JENIS-JENIS TUMBUHAN LIAR BERKHASIAT OBAT
Meskipun pada kenyataannya satu jenis tumbuhan memiliki khasiat lebih dari satu, tetapi setiap tumbuhan memiliki khasiat utama untuk pengobatan penyakit tertentu. Alhasil, khasiat utamanya ini sekaligus melekat sebagai julukan bagi tumbuhan yang bersangkutan. Berikut akan diuraikan beberapa tumbuhan liar berkhasiat obat yang terdapat di sekitar kita, beserta khasiat utama dan aneka khasiat lainnya.
A.  Alang-Alang (Si Penakluk Gangguan Berkemih)

Tumbuhan dari family Poaceae ini memiliki nama ilmiah Imperata cylindrical L. Di beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan nama ilalang atau jukut uerih. Alang-alang tumbuh liat di lahan terbuka atau sedikit terlindung, seperti ladangatau perkebunan. Tempat tumbuhannya dari 1-2.700 m di atas permukiaan laut (dpl). Alang-alang merupakan gulma yang sangat merugikan tanaman, baik tanaman musiman maupun tahunan. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah akarnya. Alang-alang mengandung kersik dan dammar.
a.       Sifat dan Khasiat
Alang-alang memiliki khasiat sebagai pembersih darah, penambah nafsu makan, serta menyembuhkan sakit kuning , radang ginjal akut, demam, batuk, sesak napas, muntah darah, kencing nanah, dan mimisan.
b.      Penggunaan
1.      Penyakit Utama
@  Radang ginjal akut
Akar alang-alang segar 60-120 gram dicuci bersih, dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
@  Air kemih berdarah
Rebus 100 gram akar alang-alang segar dengan air bersih sebanyak 2000 cc hingga bersisa 1000 cc. Hasil rebusan itu (1000 cc) dibagi untuk 3 kali minum. Ramuan diminum 3 kali sehari, sebelum makan.
@  Kencing nanah
Cuci bersih 300 gram akar alang-alang segar, potong-potong dan rebus dengan air bersih sebanyak 2000 cc hingga bersisa 1200 cc, tambahkan gula batu secukupnya. Takaran 1200 cc itu di8bagi menjadi 3 kali minum (bisa digunakan sebagai teh), masing-masing sebayak 400 cc.
2.      Penyakit lain
@  Muntah darah
Cuci bersih 30-60 gram akar alang-alang segar, potong-potong dan rebus 3 gelas air bersih hingga bersisa 1 gelas. Minum setelah dingin dengan dosis masing-masing 1 gelas untuk sekali minum. Ramuan  ini diminum sehari 3 kali.
@  Mimisan
Cuci bersih 60 gram (satu genggam) akar alang-alang segar, kemudian tumbuk dan peras airnya hingga terkumpul sekitar 100 cc, kemudian minum 2 kali. Waktu minum sebelum makan pagi dan sore atau malam.

@  Hepatitis akut menular
Rebus 60 gram akar alang-alang kering dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas.. Ramuan ini diminum sehari 3 kali, masing-masing 1 gelas.

B.     Ajeran (Si Antirematik)

Tumbuhan yang berkembang biak dengan biji ini memiliki nama ilmiah Bidens spilosa L. Anggota family Compositae ini juga dikenal dengan nama ketulan, hareuga, atau kerok batok.
Ajeran tumbuh liar, menyukai tempat terbuka, agak terlindung, dan ditanah yang agak lembab. Tempat tumbuhanya dari datan rendaj hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1250 m dpl. Tumbuhan ini juga merupakan penganggu tanaman musiman dan tahunan. Bagian ajeran yang digunakan sebagai bahan obat adalah daun, batang,dan akar. Ajeran mengandung bidentin, misnyak atsiri, lilin, dan lemak.
a.       Sifat dan Khasiat
Herba ajeran berkhasiat sebagai antiradang, menghilangkan sumbatan pada pembuluh darah, dan melancarkan aliran darah,
b.      Penggunaan
1.      Penyakit Utama
@  Rematik
Herba ajeran keting 30-60 gram, potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air hingga menjadi 2 gelas. Saring, minum ramuan ini 2 kali sehari sebelum makan, masing-masing 1 gelas.
2.      Penyakit Lain
@  Influenza, demam, sakit tenggorokan, radang usus buntuk, hepatitis akut, mencret, rematik sendi, dan radang selaput otak
Daun dan batang muda segar sebanyak100-200 gram direbus dengan 2 gelas air hingga bersisa 1 gelas. Air rebusa tersebut diminum dalam keadaan hangat atau dingin pada pagi hari sebellum sarapan. Ampas yang tersisa dapat digunakan untuk rebusan selanjutnya. Sebaiknya digunakan untuk sehari, dan diganti dengan bahan yang baru untuk hari berikutnya.
@  Luka, digigit ular berbisa, disengat serangga, memar karena terpukul, wasir, dan gatal-gatal
Lumatkan daun ajeran segar secukupnya, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Pemakaian lainnya bsa juga dengan cara direbus, kemudian dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
@  Rabun mata
Rebus akar ajeran secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusan tersebut untuk obat tetes mata.
@  Sakit gigi
Daun ajeran muda secukupnya, dikunyah beberapa menit, kemudian dimuntahkan (jangan ditelan).
C.     Anting-Anting (Si Anti Asam Urat)


Anting-anting berasal dari family Euphorbiaceae. Tumbuhan dengan nama ilmiah Acalypha australis (Linn) ini bentuk daunnya lonjong hingga lanset dengan tepi bergerigi. Anting-anting tumbuh baik di tempat-tempat dengan sinar matahari cukup. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah seluruh bagian tumbuhan.
a.       Sifar dan Khasiat
Herba anting-anting bersifat sejuk dan rasanya pahit. Khasiatnya sebagai antiradang, peluruh air seni, dan astriningen (menghentikan pendarahan).
b.      Penggunaan
1.      Penyakit Utama
@  Asam Urat
Cuci bersih anting-anting kering (seluruh batang) sebanyak 30-60 gram, kemudian rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Ramuan ini diminum sebelum makan pagi dan makan malam.
2.      Penyakit lain
@  Dematitis, eksim, dan koreng
Cuci bersih herba anting-anting segar secukupnya, kemudian rebus. Gunakan airnya untuk mencuci bagian tubuh yang sakit.
@  Pendarahan dan luka luar
Herba anting-anting segar, tambah dengan gula pasir secukupnya, lumatkan dan tempelkan ke tempat yang sakit.
@  Disentri amuba
Cuci bersih herba anting-anting kering (seluruh batang) sebanyak 30-60 gram, rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum ramuan 2 kali sehari selama 5-10 hari sebelum makan pagi dan makan malam.
@  Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena), batuk
Rebus herba anting-anting kering sebanyak 30-60 gram dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari sebelum makan, masing-masing 1 gelas.
********
Moga-moga info tadi bermanfaat buat readers...... :)

Ini yang Dilakukan Anak-anak Cerdas di Luar Kelas


KOMPAS.com — Kebanyakan anak-anak yang cerdas hidup dengan otak yang bekerja cerdas dan memikirkan untuk tidak bertindak bodoh. Ini bukan sekadar soal kemampuan intelegensia, melainkan keterampilan.
Penting bagi Anda untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama mereka dan melihat dunia tempat mereka hidup. Mereka berupaya tinggal dalam lingkungan yang tepat dan menghindarkan mereka dari berbagai jenis gangguan.
Berikut adalah lima perilaku penting yang dilakukan oleh anak-anak yang cerdas di luar kelas formal.
1) Mereka tidak bersekolah sebagai wisatawan. Anak-anak pintar mengambil bagian dalam kegiatan sekolah di luar kelas. Mereka menghadiri acara kampus dan mengikuti klub kampus. 
Sebagian besar dari kesuksesan di perguruan tinggi adalah menciptakan jaringan baru dari teman-teman, termasuk dari aktivitas acara dan klub kampus. Ini tidak berarti bahwa Anda memutus hubungan dengan teman-teman lama Anda, tetapi ini berarti memperluas jaringan Anda. Cobalah beberapa aktivitas, mulai dari pertunjukkan teater, konser, ceramah, dan acara-acara lain yang menjadi bagian dari masyarakat.

2) Anak-anak pintar tidak hanya duduk di kelas. Mereka berinteraksi di kelas, bahkan pada saat kuliah. Jika tidak dapat berinteraksi dengan guru, mereka berinteraksi dengan rekan-rekan atau bahkan dengan diri mereka sendiri, menebak apa yang guru mungkin katakan selanjutnya, mencoba menyimpulkan poin bersama-sama, mencoba membuat asosiasi dengan hal-hal lain yang mereka tahu dan pengalaman lain yang mereka miliki. Kadang-kadang itu adalah perjuangan untuk membayar perhatian di kelas, tetapi perjuangan yang juga sering mendatangkan manfaat. 

3) Ketika mereka belajar, di sebagian besar waktu, mereka hanya belajar. Anak-anak cerdas ini belajar dengan tidak melakukan hal-hal lain. Katakanlah Anda memiliki lima mata pelajaran dan masing-masing membutuhkan 2 jam belajar dalam satu minggu di rumah. Mereka akan melakukannya dengan baik. Itu artinya, hanya 10 jam mereka belajar dalam seminggu dan itu efektif.
Anak-anak lain sering menghabiskan waktu di antara waktu belajar, misalnya, bergosip dengan teman-teman dan menonton televisi. Anak-anak ini hanya memiliki sedikit usaha untuk konsentrasi.

4) Mereka berbicara dengan teman-teman dan keluarga tentang apa yang mereka pelajari di sekolah. Jika Anda tidak ingin menghabiskan beberapa waktu luang Anda berbicara tentang sekolah, Anda melakukan sesuatu yang salah. 
Akan tetapi, banyak dari kita hanya memiliki teman-teman yang tidak suka bicara tentang sekolah. Padahal, di perguruan tinggi, Anda akan menemui kebebasan untuk berbicara tentang mata kuliah dengan klub ataupun dengan profesor setelah jam kuliah usai.

5) Mereka memahami bahwa jurusan atau mata kuliah yang berbeda memerlukan cara belajar yang berbeda pula. Anak cerdas tahu setiap hal tentu saja tidak sama. Di perguruan tinggi, Anda akan perlu untuk menyesuaikan diri dengan dosen yang berbeda yang memiliki cara yang berbeda untuk menjalankan kelas mereka dan cara yang berbeda untuk mengevaluasi prestasi Anda. 
Hal ini juga terjadi dalam kehidupan nyata, yaitu dunia karier nantinya. Anda harus mencoba untuk menentukan bagaimana kelas dijalankan serta bagaimana Anda akan dinilai dan merencanakan Anda belajar sesuai mata kuliah yang Anda ikuti. Ada kelas ketika saya hanya harus membaca buku  di kelas dan kelas saat saya harus selalu membaca sebelum mengikuti suatu kelas. 
Itu juga terjadi saat menghadapi guru atau dosen yang gemar memberikan tes dalam bentuk pilihan ganda atau esai. Mungkin, saat akan menjalani tes dari pengajar yang suka pilihan ganda, rajin membaca saja cukup. Namun, saat berada di kelas yang dinilai dengan esai, jangan berharap melakukannya dengan baik jika tidak rajin berdiskusi.

Senin, 11 Juni 2012

PSIKOLOGI

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
 

Sejarah Psikologi

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno.Psikologi sendiri sebenarnya telah dikenal sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup ( levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa.Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

Metode Psikologi

Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
  1. Metodologi Eksperimental
    Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen.Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif.
  2. Observasi Ilmiah
    Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
  3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
    Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaa, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif.
  4. Wawancara
    Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket yaitu:
    1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
    2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
    3. Terdapat interaksi langsung berupa face to facesehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.
  5. Angket
    Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
  6. Pemeriksaan Psikologi
    Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.
  7. Metode Analisis Karya
    Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar - gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang .
  8. Metode Statistik
    Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat

Metode Psikologi Perkembangan

Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode, yaitu metode umum dan metode khusus. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal, transversal, dan lintas budaya. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan pengamatan.

Psikologi Kontemporer
Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:
Psikologi Fakultas 
Psikologi fakultas adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas. Kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.
Psikologi Asosiasi 
Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah asosiasi ide yaitu bahwa ide masuk melalui alat indera dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan. 
Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan
Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.
  
Laboratorium Wundt 
Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, Jerman. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Berdirinya Aliran Psikoanalisa
Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939, dokter berkebangsaan Austria bernama Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis. Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran, introspeksi, dan pengamatan klinis, serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar, ketegangan mental, dan gangguan psikis lainnya.

Fungsi psikologi sebagai ilmu

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
  • Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.
Pendekatan Perilaku
Pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.

Pendekatan Kognitif
Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan Psikoanalisa
Pendekatan Psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

 Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Kajian psikologi

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
1. Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut
2. Psikologi sosial
Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
3. Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

Wilayah terapan psikologi

Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu, misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.
1. Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak
2. Psikologi industri dan organisasi
Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya
3. Psikologi kerekayasaan
Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error)
4. Psikologi klinis
Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Kritik Psikologi

Berdasarkan pengertian di atas kita diharuskan mengetahui perbedaan budaya kita dengan budaya pada saat psikologi muncul sebagai ilmu pengetahuan. Apakah kajian ilmu tersebut sesuai dengan kebudayaan kita ataukah ada berbedaan di dalamnya. Misalkan, ketika kita adalah suku pedalaman yang masih menggunakan cara berburu dalam kehidupan sehari-hari maka berburu bisa menjadi tolak ukur kecerdasan kita sebagai masyarakat pedalaman, bukan dilihat dari bagaimana kecerdasan itu diukur dari bisa dan tidaknya kita menghitung matematika, menjawab soal-soal ujian, menjawab serangkaian tes kecerdasan dan lain-lain. Kesesuaian teori psikologi dengan kebudayaan kita itulah yang benar-benar harus kita pahami, sehingga teori-teori tersebut adalah teori yang benar-benar relevan dengan kebudayaan dan diri kita sebagai manusia.

sumber

Rabu, 06 Juni 2012

Kelas Akselerasi Bukan Untuk Para Juara



Apa Kelas akselerasi  ?
 Kelas akselerasi adalah kelas khusus  dimana  program belajar mengajarnya dibuat sedemikian rupa  sehingga bisa membuat anak-anak berbakat bisa mencapai  prestasi maksimal sesuai dengan potensinya. Program belajar mengajar nya berlansung lebih pendek dari kelas umum.  Biasanya dipersingkat 1 tahun. Jadi beban pelajaran yang pada umumnya diselesaikan selama 3 tahun di kelas ini diselesaikan selama 2 tahun.
 Anak berbakat yang dimaksud disini adalah anak-anak dengan intelegensia tinggi, tetapi juga  disertai dengan kreativitas dan motivasi yang tinggi.

Peserta kelas akselerasi
 Peserta kelas akselerasi adalah anak berbakat yang ditunjukkan dengan ciri intelegensia, kreativitas,dan motivasi yang tinggi . ( Mengikuti teori yang dinyatakan oleh Renzulli ).
 Pada umumnya intelegensia diukur berdasar pengukuran baku, yaitu tes IQ. Ada yang menganggap IQ  di atas 125 sudah bisa masuk kelas untuk anak berbakat. (Eko Supriyanto, Suwarno, Risminawati  , 2005:76 ) , ada juga yang menyatakan bahwa keterbakatan anak ditunjukkan dengan IQ 140 mengikuti skala Simon - Binnet ( Reni Akbar Hawadi, R Sihadi Darmo wiharjo, dan Mardi Wiharjo , 2001:4 ).
 Namun sekolah-sekolah ada yang memutuskan IQ 130 sebagai syarat dasar, disertai dengan berbagai prestasi, sementara kalau di atas 140 dipastikan langsung diterima.
 Jadi peserta kelas ini bukanlah semata-mata para juara, tetapi dasarnya adalah intelgensia yang tinggi. Anak yang pandai bisa memiliki IQ cukup tinggi, misal 120, tetapi memiliki daya juang belajar tinggi . Anak-anak seperti ini memang sebaiknya tidak masuk kelas akselerasi, sebab justru akan membuat  dirinya tidak mencapai hasil maksimal.
 Anak-anak dengan IQ  di atas 130 pun perlu dilihat juga bukti dari motivasi dan kreativitasnya. Biasanya prestasi di sekolah atau prestasi kejuaran lainnya.  Anak dengan IQ di atas 130 tetapi tidak menunjukkan prestasi belum tentu bisa masuk juga dalam kelas ini. Sebab jika motivasinya tidak tinggi, dia tidak bisa mengikuti kelas akselerasi. Anak yang demikian termasuk anak underachiever, perlu mendapat pertolongan dulu supaya bisa mengikuti kelas akselerasi.

Program Pendidikan di kelas Akeselarasi
 Kelas akeselerasi memiliki program pendidkan khusus atau kurikulum khusus yang intinya disesuaikan  dengan kebutuhan anak berbakat.  Commy Semiawan mengutip pendapat yang diajukan Kiato ( 1997 : 113)  tentang pendidikan  untuk anak berbakat sebagai berikut :
 1. Individu berbakat memerlukan konsiderasi khusus dalam pendidikannya, karena mereka secara  kualitatas berbeda dari individu lainnya.
 2. Program penddikan berbakat harus berbeda dari program pendidikan untuk anak lainnya, dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatfi dan proses berpikir tinggi.
 3. Hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah dengan nmemberikan teknik yang berorientasi pada penemuan  dan pendekatan induktif.
 Jadi kurikulum dalam kelas akselerasi ini sangat khusus disesuaikan dengan anak dengan kecerdesan tinggi. Kemandirian , kecepatan, dan kompleksitas sangat dibutuhkan.
 Untuk itu tentu juga diperlukan guru-guru khusus. Guru tersebut tidak harus memilliki IQ setinggi muridnya, akan tetapi dia harus menguasai ilmu pendidikan  yang dalam dan luas, berpengalam, serta diikuti dengan kepribadian yang matang.
 Karena itu orang tua yang hendak memasukkan anak ke kelas akselerasi perlu melihat kurikulum dan guru-guru yang mengajar di kelas tersebut. Apabila ada kelas akselerasi tetapi kurikulumnya asal dipadatkan dan metode pembelajarannya tidak memperhatikan cara belajar anak maka orang tua tidak perlu memasukan anak ke kelas akselerasi.  Kelas seperti itu mungkin tetap bisa meluluskan murid-muridnya lebih cepat dari kelas reguler, akan tetapi kepribadan siswa nya tidak mengalami perkembangan dengan baik.
 Demikian juga kalau guru-guru sebagai pelaksana kurikulum tidak “mahir” menjadi pencetak anak-anak unggul, maka anak-anak tidak akan mendapat pembinaan secara utuh. Dan ini tidak baik bagi perkembangan jiwa secara utuh.

Mengapa perlu Kelas akselerasi
 Kelas akselerasi diperlukan supaya anak berbakat bisa mengembangkan potensinya secara optimal.
 Dengan perkembangan potensi secara optimal, maka  anak-anak bisa disiapkan sebagai bibit-bibit unggul bagi bangsa dan negara. Mereka akan memberi kontribusi besar bagi kemajuan bangs dan negara.
 Akan tetapiAnak berbakat yang tidak mendapat pendidikan sesuai dengan kecerdesannya akan menghadapi berbagai persoalan :
Underachiever
 Anak berbakat tidak mencapai potensinya maksimal. Anak-anak ini memiliki hasil belajar buruk ,bahkan bisa di bawah anak-anak yang kecerdesannya biasa.  Anak-anak ini karena tidak mendapatkan cara pebdudiakn yang sesuai dengan kemampuannya, akan merasa jemu, ttidak tertarik, dan akhirnya malas belajar.
 Akibatnya negara akan kehilangan anak-anak dengan kemampuan luarbiasa.
 Penggangu
 Anak yang berbakat yang tidak mendapat pendidikan yang sesuai akan mengalihkan kemampuannya dengan melakukan kegiatan-kegiatan mengasyikan lainnya, yaitu mengganggu teman-temannya. Karena kemampuannya membutuhkan saluran dan di kelas tdak ada, maka dia mulai mencari-cari penyaluran.
 Karena itu anak-anak seperti ini dicap sebaga anak nakal. Celaka sekali mereka yang harusnya menjadi penemu-penemu hebat, malah dianggap pengganggu.
 Penyimpangan
 Lebih parah lagi anak-anak seperti ini bisa mengalami gangguan kejiwaan. Kita pernah melihat ilm tentang psikopat. Orang-orang yang kejam tapi dingin, dan biasanya melakukan kejahatannya dengan cara rapi tetapi mengerikan.
 Commy Semiawan menuliskan ( 1997:11 ) , “Fakta menunjukkan beberapa di antara mereka telah menjadi anak nakal, mencari pelarian ke obat terlarang, dan perilaku deviaant yang lain “

Bukan Kelas “bergengsi ” 
 Kelas akeselerasi bukanlah kelas “bergengsi”. Kelas akselerasi hanyalah kelas khusus yang diperuntukkan untuk anak “gifted”.  Berbakat diterjemahkan dari “gifted”, ini menyataan bahwa kecerdesan itu adalah anugerah. Jadi ini istimewa karena ada “gift” dari yang  mahakuasa. Karena itu masyarakat juga tidak perlu menganggap kelas ini sebagai kelas “bergengsi”.

Yang Harus Diwaspadai
 Peserta kelas akselerasi akan lebih cepat waktu belajarnya. Jika anak ikut di SMP dan SMA maka dia akan berkurang 2 tahun waktu pendidikannya. Dengan demikian sewaktu kuliah dia masih berusia 15 taua 16 tahun. Pada waktu ini perkembangan jiwanya masuk dalam masa remaja, masa ABG.
 Dengan jiwa ABG nya anak-anak masih labil dalam hal-hal lain. Padahal ketika dia masuk perguruan tinggi, dan diharapkan sudah menjadi dewasa secara utuh. Dia akan bergaul dengan orang-orang yagn secara jiwa sudah lebih matang.  Karena itu kalau tidak diwaspadai anak-anak bisa mengalami gangguan kepribadian. Orang tua perlu memperhatikan hal ini.
 Selain itu perhatikan juga dengan kesombongan. Sekalpu n secara mendasar kelas akeselerasi adalah kelas khusus, namun cara pandagn masyarakat yang salah, membuat anak-anak merasa sangat istimewa. Ini bisa menumbuhkan kesombongan , dan tentu ini berbahaya bagi perkembangan jiwa si anak.
 Kiranya orang tua Anton dan orang-orang tua lain yang memiliki anak juara dan tidak bisa ikut dalam kelas akselerasi tidak menjadi kecewa dan terus mendorong anak-anaknya menjadi anak hebat

Ciri-Ciri Anak CI/BI

Hasil penelitian dari Balitbang Depdikbud (1986) dan Council of Curriculum Examinations and Assessment (2006) menyebutkan bahwa seorang anak cerdas istimewa dapat mempunyai beberapa dari ciri-ciri berikut ini:


1. Sangat peka dan waspada
2. Belajar dengan mudah dan cepat
3. Mampu berkonsentrasi
4. Sangat logis
5. Cepat berespon secara verbal dengan tepat
6. Lancar berbahasa
7. Mempunyai daya ingat yang baik
8. Mempunyai pengetahuan umum yang luas
9. Mempunyai minat yang luas dan mendalam
10. Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan
11. Cermat atau teliti dalam mengamati
12. Kemampuan membaca yang baik
13. Lebih menyukai kegiatan verbal daripada kegiatan tertulis
14. Mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dengan sangat cepat
15. Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah
16. Menunjukkan cara pemecahan masalah yang tidak lazim
17. Mempunyai pendapat dan pandangan yang sangat kuat terhadap suatu hal
18. Mempunyai rasa humor
19. Mempunyai daya imajinasi yang hidup dan orisinil
20. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
21. Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya
22. Tidak memerlukan dorongan (motivasi) dari luar
23. Tertarik pada topik-topik yang berkaitan dengan anak-anak yang berusia lebih tua darinya
24. Dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang dewasa, bahkan lebih baik daripada jika berkomunikasi dengan anak sebayanya
25. Bisa belajar sendiri dalam bidang-bidang yang diminati
26. Berfokus pada minatnya sendiri, bukan pada apa yang diajarkan
27. Mempunyai keterampilan sosial
28. Mudah bosan pada hal-hal yang dianggapnya rutin
29. Menunjukkan kepemimpinan yang tinggi
30. Kadang-kadang tingkah lakunya tidak disukai orang lain.

sumber

Kelas Akselerasi, Akselerasi Pendidikan atau Pengajaran?

BEBERAPA kali di harian ini didiskusikan tentang kelas akselerasi di sekolah menengah ke bawah. Secara umum dalam kelas akselerasi, siswa yang berbakat intelektual tinggi mendapat perlakuan khusus sehingga dapat menyelesaikan program SD, SLTP, dan SMU lebih cepat dari siswa lain.



Para ahli pendidikan sebagian setuju dan sebagian lain tidak setuju dengan program itu. Lepas dari setuju atau tidak, kini ada sekolah yang mulai mencobanya dan dari percobaan itu nanti perlu dievaluasi apakah positif atau tidak.

Persoalan kelas akselerasi tentu saja bukan hanya soal percepatan lulusan, tetapi apakah ini demi akselerasi pengajaran atau akselerasi pendidikan? Apakah mungkin pendidikan diakselerasikan? Bila hanya soal pengajaran (pengetahuan), apakah ini menjawab persoalan pendidikan nasional yang akhir-akhir ini banyak didiskusikan, yaitu persoalan pendidikan nilai bagi generasi muda kita? Di bawah ini dicoba diungkap keuntungan dan kerugian kelas akselerasi bagi pendidikan dan pengajaran di sekolah.

KEUNTUNGAN kelas akselerasi adalah, siswa yang bakat intelektualnya tinggi dibantu secara khusus sehingga mereka mendapatkan bantuan pengajaran lebih sesuai bakatnya. Mereka akan dapat cepat lulus, diperkirakan setahun lebih awal dibanding siswa biasa. Jadi keuntungannya terletak pada akselerasi pengajaran.

Dengan program percepatan ini diharapkan siswa berbakat tidak bosan di kelas yang sama dengan siswa lain, sehingga tidak mengganggu, mengacau kelas, dan dia dapat terus maju dengan cepat.

Selain keuntungan, ada beberapa segi kerugian dari program kelas akselerasi ini, terlebih bila dilihat dari segi pendidikan nilai kemanusiaan yang lebih menyeluruh.

Pertama, pendidikan nilai sulit dipercepat. Dalam perdebatan persoalan pendidikan nasional akhir-akhir ini banyak dipersoalkan kurangnya pendidikan nilai di sekolah-sekolah dari SD sampai SMU. Disadari, kebanyakan sekolah terlalu menekankan segi kognitif saja, tetapi kurang menekankan segi nilai kemanusiaan yang lain. Maka mulai disadari pentingnya pendidikan nilai, termasuk pendidikan budi pekerti dan segi-segi kemanusiaan lain seperti emosionalitas, religiositas, sosialitas, spiritualitas, kedewasaan pribadi, afektivitas, dll.

Pendidikan nilai kemanusiaan memerlukan latihan dan penghayatan yang membutuhkan waktu lama, sehingga sulit dipercepat. Misalnya, penanaman nilai sosialitas perlu diwujudkan dalam banyak tindakan interaksi antarsiswa dan kerja sama; penanaman nilai penghargaan terhadap manusia lain membutuhkan latihan dan mungkin hidup bersama orang lain, dan tidak cukup hanya dengan pengajaran pengetahuannya.

Maka program kelas akselerasi, yang hanya menekankan segi pengetahuan (kognitif), tidak membantu bahkan mungkin memperburuk penanaman nilai. Maka kita dapat mempertanyakan bagaimana dengan pendidikan nilai kemanusiaan ini? Apakah perkembangan emosi, hati, religiositas, dan sosialitas dapat dipercepat? Apakah dengan pemercepatan lulusan, justru tidak membantu mereka lebih terlalu menekankan segi kognitif, sehingga segi lain tidak mendapatkan perhatian? Memang dapat lulus dengan cemerlang dan cepat, tetapi dapat berkembang menjadi kurang peduli kepada teman lain dan tidak mengerti pergulatan teman lain, kurang sosial, bahkan emosi mereka tidak berkembang pula.

Kedua, pendidikan nilai oleh keluarga dan masyarakat masih kurang. Kelas akselerasi yang hanya menekankan pengetahuan anak berbakat, akan menjadi sungguh baik bila pendidikan nilai sudah ditangani keluarga, masyarakat, dan pemerintah secara menyeluruh. Bila keluarga dan masyarakat mendampingi anak-anak dalam mengembangkan nilai kemanusiaan-seperti nilai demokrasi, sosialitas, penghargaan terhadap manusia lain-maka sekolah akselerasi yang hanya memperhatikan pengetahuan dapat dimengerti.

Akan tetapi, sejauh pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat belum menangani banyak hal, kiranya sekolah formal masih harus ikut menjalankan fungsi pendidikan nilai itu. Dari pengalaman, hal ini tidak mudah dipercepat. Bahkan sering terjadi anak-anak berbakat kurang berkembang dalam nilai kemanusiaan yang lain.

Ketiga, banyak anak umur sekolah tidak dapat sekolah. Di Indonesia kini masih banyak anak usia SD-SMU yang tidak mengalami pendidikan sekolah karena ekononi keluarga yang jelek dan yang drop out karena terpaksa menjadi anak jalanan. Maka, meski memikirkan program akselerasi bagi beberapa anak berbakat tidaklah salah, namun sebagai bangsa kiranya porsinya kurang pas.

Sebagai bangsa, kita perlu membantu anak-anak yang belum dapat menikmati pendidikan. Mereka akan menjadi bagian penting pengembangan bangsa ini di kemudian hari, maka kita bertanggung jawab untuk membantu mereka. Jangan sampai ada segelintir siswa dibantu dipercepat, sedangkan kebanyakan anak yang masih tidak dapat menikmati pendidikan minimal dibiarkan atau tidak diurus karena kurang menarik dan memakan biaya besar. Berapa lembaga yang kini ikut memikirkan pendidikan "anak-anak jalanan" dibanding yang mulai memikirkan "program akselerasi?"

Keempat, bakat menonjol siswa berlainan. Kemampuan menonjol siswa dapat bervariasi, ada yang amat menonjol dalam bahasa, IPA, matematika, dan lain-lain. Hal ini juga berlaku bagi siswa yang IQ-nya tinggi. Maka membuat kelas akselerasi yang memperhatikan keunggulan siswa yang berbeda-beda, dalam praktik juga sulit. Sedangkan bila dibantu secara sama dapat terjadi tidak pas dengan kebutuhan siswa, akibatnya akan kurang efisien.

MELIHAT kerugian dari segi pendidikan kelas akselerasi cukup banyak dibanding keuntungan dalam segi pengetahuan, diusulkan jalan keluar dengan kelas pengayaan. Dengan kelas pengayaan, siswa yang berbakat dan pandai, tetap di kelas yang sama dengan teman lain, tetapi pada saat mereka sudah menyelesaikan bahan pelajaran yang diberikan, siswa berbakat diberi tugas khusus lebih tinggi tingkatnya. Dengan demikian mereka mempunyai tugas khusus yang lebih bermutu dari yang lain, tetapi mereka tidak diluluskan lebih cepat.

Dengan cara ini di kelas ada tuntutan minimal yang berlaku bagi semua siswa, dan ada tambahan-tambahan yang diberikan kepada setiap siswa yang lebih pandai. Di sini dipadukan antara model kelas umum dan kelas individual. Guru diajak lebih terbuka dengan perbedaan pribadi dan kepandaian masing-masing anak.

Pada akhir program, mereka akan dinyatakan lulus dengan honour. Selain tugas pengayaan itu, mereka yang berbakat dapat dilibatkan untuk menjadi tutor bagi siswa lain, sehingga teman-teman lain terbantu. Model ini akan menumbuhkan sosialitas kepada mereka bahkan kepekaan mereka untuk membantu teman yang lemah dalam pengetahuan.

Dengan tetap menjadi satu kelas, siswa yang berbakat dan kurang berbakat dapat saling membantu dalam kehidupan bersama. Bukankah realitas hidup di masyarakat juga seperti itu? Kepekaan dan kerja sama dengan siswa yang kurang berbakat akan membantu mereka, bila nanti telah menjadi seorang ahli, untuk tetap memperhatikan nasib masyarakat kecil dan mau bekerja sama dengan orang biasa.

Tentu saja, bila ada sekolah yang ingin menyatukan anak-anak berbakat dalam kelas akselerasi ini tidak dapat dipersalahkan. Namun, yang kiranya perlu diperhatikan adalah apakah sekolah sadar, mereka juga mempunyai tugas untuk membantu pengembangan segi nilai kemanusiaan yang lain? Bila ini disadari maka sekolah dapat pula membantu bagaimana nilai-nilai lain tadi tetap dikembangkan dan bukan disingkirkan atau bahkan dilanggar.

Tentu di perguruan tinggi (PT) program akselerasi amat cocok karena pada taraf PT yang ditekankan adalah pengembangan pengetahuan mahasiswa, bukan pendidikan nilai seperti di SD sampai SMU. Maka pada level PT, boleh saja mahasiswa mengambil dua program studi, atau double major, kalau dari segi otak mereka mampu. Tetapi untuk SD hingga Sekolah Menengah yang masih menekankan pendidikan nilai kemanusiaan yang menyeluruh, kiranya kurang tepat penyelenggaraan kelas akselerasi yang hanya menekankan segi kognitif.